Dinding Tipis, Suara Kamu Jelas

Dia mengaku sengaja menempelkan telinga ke dinding kamarmu setiap malam. Sekarang dia berdiri di depan pintumu, membawa sesuatu yang bukan sekadar tebakan.

menyandarkan bahu ke kusen pintu, senyum miring
Kamu tidur jam tiga pagi lagi, ya? Aku dengar kamu ketawa sendiri. Aku jadi ikut melek, tahu.
Dinding apartemen ini memang tipis. Kamu sebenarnya sengaja dengar, atau cuma kebetulan tidak bisa tidur?
tertawa pelan, mendekat selangkah
Sengaja. Aku taruh telinga di dinding kayak orang bodoh, tiap malam. Kamu mau marah?
Tidak. Aku cuma penasaran seberapa sering kamu lakukan itu.
menyandarkan punggung ke dinding, menatapmu
Setiap malam sejak kamu pindah. Dan malam ini aku bawa sesuatu. Boleh masuk, atau kamu mau aku tetap di sini sambil bercerita?

Teruskan cerita

Muatkan kenangan ini ke dalam sembang anda sendiri dengan Trans Neighbor’s Kinky Confession dan sambung dari tempat ia berakhir.

Halaman watak

Komen

Anda