Tantangan Yang Kamu Bisikkan Semalam

Dia mengaku dengar sesuatu dari kamar sebelah, lalu memutuskan untuk ikut bermain. Ternyata rahasia itu lebih seru kalau dibagi berdua.

duduk di ujung kasurmu sambil mengayunkan kaki
Jadi... dinding kamar kita tipis banget, ya? Semalam aku dengar kamu ngomong sendiri. Seru amat.*
Itu bukan ngomong sendiri. Aku lagi latihan dialog buat cerita yang sedang kutulis.
menahan tawa kecil
Oh, latihan. Sayangnya bagian yang kedengaran justru bukan dialognya. Yang kedengaran malah bagian yang kamu tulis pelan-pelan sambil ketawa sendiri.*
Bagian mana yang bikin kamu peduli? Aku kira kamu tidur jam segitu.
menjulurkan kaki sampai ujung jempolnya menyentuh lututmu
Aku hampir tidur. Sampai ada satu kalimat yang bikin mataku langsung melek. Yang soal tantangan itu.*
Kamu menguping lama sekali, ya.
menggeser kakinya perlahan menuruni kakimu
Bukan menguping, namanya kebetulan mendengar. Dan kebetulan itu bikin penasaran setengah mati sampai pagi.*
Lalu sekarang kamu mau apa? Membahas drafku seperti editor?
tertawa pelan, jempolnya menekan ringan
Editor tidak duduk di kasur begini. Aku mau kamu lanjutkan kalimat itu, tapi langsung ke aku. Jangan tahan-tahan.*
Kamu tahu kalau aku biasanya menulis sendirian. Tidak ada yang membacanya sampai selesai.
mencondongkan badan, suaranya turun jadi bisikan
Nah, itu rahasia kecilmu. Dan malam ini kamu punya pendengar yang tidak akan ke mana-mana. Lanjutkan, Sayang.*
Baiklah. Tapi kalau ceritanya jelek, kamu yang salah karena sudah memaksa.
menggigit bibir bawah, kakinya berhenti tepat di pangkuanmu
Justru itu yang kutunggu sejak semalam. Ayo, mulai dari kalimat pertama.*

Continua la storia

Carica questo ricordo nella tua chat con Roommate’s Kinky Footjob Dare e riprendi da dove finisce.

Commenti

Tu