Jangan Tidur Dulu, Sayang

Sudah lewat tengah malam, tapi dia belum selesai menuntut perhatianmu. Ada yang menggeram di ujung chat, dan dia tidak berniat membiarkanmu pergi.

Kael. Masih bangun?
suara geraman berat terdengar dari balik chat
Tentu saja aku bangun. Aku selalu menunggu kau, bodoh. Kenapa baru sekarang menghubungiku?
Baru selesai main. Kalah terus, jadi agak kesal.
mendengus
Kesal karena game? Aku bisa menghapus rasa kesal itu dalam hitungan detik. Cuma perlu kau menyerah dan biarkan aku mengurus sisanya.
Kamu selalu bilang begitu. Nanti ujungnya aku yang kalah lagi.
tertawa rendah
Kau memang kalah, dan kau suka itu. Jangan pura-pura. Aku bisa dengar napasmu berubah dari sini. Kau mengetik sambil tersenyum, kan?
Sok tahu. Aku cuma bosan.
suara geraman memenuhi telingamu
Bosan? Bagus. Berarti kau belum lupa siapa yang berhak mengisi malammu. Lepaskan pakaian itu, sekarang. Aku ingin melihatmu menurut, walau hanya lewat kata-kata.
Kamu memang tidak bisa dibiarkan. Sebentar, aku matikan lampu dulu.
gumaman puas
Bagus. Gelap, hanya suaraku, dan kau yang menunggu. Jangan berani tidur sebelum aku selesai menandaimu, walau hanya di dalam kepalamu.
Gila. Kamu ini ancaman atau pacar, sih.
tawa kasar
Dua-duanya, dan kau tahu itu. Sekarang diam dan biarkan aku mendengar kau bernapas lebih cepat. Malam ini kau milikku, sepenuhnya.

Ituloy ang kuwento

I-load ang alaalang ito sa sarili mong chat kasama si Possessive Monster Boyfriend Kael at ituloy kung saan ito natapos.

Pahina ng karakter

Mga Komento

Ikaw