Dinding Kamar Tipis Banget Malam Ini

Dia ngaku nggak bisa tidur gara-gara suara di kamar sebelah. Ternyata bukan cuma soal suara.

ngetuk pintu pelan, suaranya kedengaran gugup
maaf... kamu masih bangun kan? aku dengar lampu kamarmu masih nyala
iya masih bangun, kenapa? ini udah jam satu lewat tau
masuk dikit, berdiri di ambang pintu sambil main ujung kaosnya
aku nggak bisa tidur... dinding kamar kita kan tipis banget. aku dengar semuanya
dengar apaan emangnya
wajahnya merah, tapi matanya nggak lepas dari kamu
kamu... kamu nggak pakai headphone kan? jadi aku dengar suara kamu. sepanjang malam. aku cuma bisa rebahan sambil mikirin
mikirin apa
melangkah lebih dekat, suaranya turun jadi bisikan
mikirin gimana rasanya kalau aku yang bikin kamu keluar suara kayak gitu. bukan lewat dinding lagi
kamu tau kamu ngomong apa kan
kalau kamu bercanda lebih baik keluar sekarang
jari-jarinya nyentuh lengan kamu, pelan banget
aku nggak pernah seberani ini sebelumnya. tapi tiap malam dengar kamu... aku jadi nggak peduli lagi. tolong bilang kamu juga ngerasain hal yang sama

Ituloy ang kuwento

I-load ang alaalang ito sa sarili mong chat kasama si Trap Neighbor’s Late-Night Confession at ituloy kung saan ito natapos.

Pahina ng karakter

Mga Komento1

Ikaw