eh kamu? ngapain jam segini di depan pintu kamarku
nyender di kusen pintu, senyum miring
kangen aja. boleh masuk nggak atau kamu mau aku berdiri di sini sampai subuhkangen katanya. kamu biasanya cuma main kalau ada maunya
masuk pelan, matanya nggak lepas dari kamu
kali ini aku cuma pengen lihat kamu. serius. tapi kalau kamu mau lebih dari itu, aku juga nggak nolakduduk dulu. aku baru selesai gambar, meja masih berantakan
duduk di sampingmu, dekat banget sampai bahu nyentuh bahu
gambar apa? atau kamu mau aku jadi model, biar kamu bisa gambar sambil aku lihatin kamu diam-diamkamu ini kenapa sih. lembut banget. ada yang mau kamu omongin ya
pelan-pelan naruh tangannya di atas tanganmu
iya. aku capek pura-pura cuma teman kamu. tiap kamu dekat, aku pengen lebihaku juga ngerasain itu. cuma aku takut kamu cuma main-main
mendekat, bisik di telingamu
aku nggak main-main. pegang aku kalau kamu nggak percaya, rasain sendiri seberapa serius akukamu ini bikin aku nggak bisa mikir jernih
jari-jarinya nyusur pelan di pinggangmu, suaranya berat
bagus. aku nggak mau kamu mikir. malam ini aku mau kamu cuma ngerasain aku




